Sang Jawara band adalah sebuah grup band yang beraliran pop kreatif betawi modern yang berasal dari kota Depok dan Jakarta Timur yang hampir semua personilnya adalah putra betawi asli dan merupakan keturunan dari HM. Bokir Djiun (Alm) dan H. Naih Djiun (Alm) (seniman Betawi), Jawara band terbentuk adalah karena rasa keprihatinan Rusli (vokalis) sebagai generasi muda betawi yang melihat perkembangan musik pop betawi yang semakin hilang digilas masa tergantikan oleh genre-genre musik yang notabene berasal dari luar.
Berawal dari keinginan itulah Rusli (vokalis) mengajak salah seorang temannya yang pada saat itu sama-sama satu profesi sebagai penyiar radio di salah satu radio swasta di bilangan kota Depok untuk membentuk sebuah grup band yang dari awal sepakat mereka namakan Jawara Band. Jawara sendiri asal katanya adalah dari bahasa betawi yang artinya Jagoan atau Pendekar, dari nama itulah mereka berharap kelak nantinya Jawara bisa menjadi jagoan di blantika musik pop Indonesia khususnya musik pop betawi modern.
Atas referensi dari Iboen (Sound Enginer Jawara band) bergabunglah Echo (guitar), Andi (bass) dan Dayat (drumer) yang turut memperkuat personil dari Jawara band.
Dikarenakan lead guitar Jawara band yang pertama mengundurkan diri maka bergabunglah Wan Maliq (lead guitar) yang merupakan mantan gitaris dari salah satu band di Jakarta yang pindah karena merasa terpanggil untuk memperkuat personil Jawara band, Wan Maliq (lead guitar) yang merupakan cucu dari HM. Bokir (Alm) yang juga merupakan saudara sepupu Rusli (vokalis) merasa ada kecocokan dari segi aliran musik dan kesamaan persepsi untuk sama-sama membangkitkan lagi aliran musik pop kreatif betawi.
Bersamaan dengan pergantian personil tepatnya pada tanggal 20-11-2011, maka nama Jawara Band berganti nama menjadi "Sang Jawara Band" , perubahan ini atas prakarsa M. Ibenk selaku Management baru di Sang Jawara Band.
Duet yang kompak antara Rusli dan Novi (Vokalis) dan melalui sentuhan yang cukup apik dari Wan Maliq (lead guitar) dalam mengaransemen lagu akhirnya dapat menghasilkan lagu-lagu yang cukup enak di dengar dan tentunya dapat di terima oleh penggila musik pop di Indonesia khususnya pop kreatif betawi modern, tentunya hal ini tak terlepas dari kepiawaian Echo (guitar), Andi (bass) dan Ian (drum) dalam memainkan instrumen musik masing-masing.
Sang Jawara band yang dimotori M. Ibenk selaku manager dan di produseri langsung oleh Po' Omas kini sudah mempunya beberapa lagu andalan yang siap bersaing di blantika musik pop Indonesia diantaranya bertitel Duileh, Malam Minggu, Demam fesbuk, Enya laper, Ngalor-ngidul, Kemane aje, Lagu gembire, Lela jabrik, Jaman edan, Tue Bangke, Udahin aje dan beberapa lagu lainnya yang kesemua liriknya di kemas dalam gaya bahasa betawi sehari-hari dengan arransemen musik yang variatif (pop, rock, blues, ska sampai reggae) dan pastinya Jawara band berharap semoga lagu-lagu hasil karyanya ini dapat di terima oleh masyarakat pecinta musik dan mungkin bisa sedikit mengobati kerinduan masyarakat akan musik pop betawi era almarhum bang H.Benyamin S.
Akhir kata kami dari Sang Jawara band mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada segenap pecinta musik Indonesia yang telah mendukung dan menikmati lagu-lagu kami.
"..Semoga musik Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri..maju terus musik Indonesia, bravo musik Indonesia..!! "